Friday, October 18, 2013

Buah Antioksidan Alami

Antioksidan adalah zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Zat ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi.(wikipedia)

Buah-buahan merupakan antioksidan alami. Banyak buah-buahan yang mengandung zat antioksidan. Diantaranya Jeruk dan anggur. Selain jeruk dan anggur, masih ada beberapa jenis buah lain yang mengandung zat antioksidan, baik itu antioksidan tinggi maupun yang kandungan antioksidannya rendah.

A. Kandungan Antioksidan Tinggi

http://puskesmasonline.blogspot.com/2013/10/buah-antioksidan-alami.html
MANGGIS
Buah berwarna ungu ini mengandung zat antioksidan bernama xanthone yang berfungsi menangkal radikal bebas. Penyakit kanker juga bisa dicegah, seperti kanker payudara, usus, leukemia, dan paru-paru. Manggis juga bisa menurunkan kadar kolesterol penyebab tekanan darah tinggi, jantung, dan diabetes. Untuk menjaga daya tahan tubuh, makanlah manggis dua buah sehari.



http://puskesmasonline.blogspot.com/2013/10/buah-antioksidan-alami.htmlSTROBERI
Potasium yang terkandung di dalamnya dapat menyusutkan kadar kolesterol dan menormalkan tekanan darah tinggi. Buah berwarna merah ini juga mampu mencegah kanker, mengurangi risiko diabetes, dan menjaga kekencangan kulit. Untuk kecantikan, stoberi dikenal dapat memutihkan gigi, menghilangkan jerawat, dan mencegah penuaan dini.






http://puskesmasonline.blogspot.com/2013/10/buah-antioksidan-alami.htmlSALAK
Jangan remehkan buah ini. Salak ternyata mampu menjaga kesehatan mata dan pencernaan serta biasa digunakan sebagai obat diare alami.






http://puskesmasonline.blogspot.com/2013/10/buah-antioksidan-alami.htmlKIWI
Buah berbulu ini baik untuk mencegah dan mengobati kanker, membantu penyerapan zat besi, dan berguna dalam mempersiapkan kehamilan.






http://puskesmasonline.blogspot.com/2013/10/buah-antioksidan-alami.htmlCERI
Buah imut berwarna merah ini mampu mengatasi panas dalarn, seperti radang tenggorokan, membantu penyerapan zat besi, dan membantu meningkatkan kesehatan jantung. Ceri juga berkhasiat melancarkan peredaran darah, mengobati rematik, dan mengatasi kelelahan.






B. Kandungan Antioksidan Sedang



http://puskesmasonline.blogspot.com/2013/10/buah-antioksidan-alami.htmlPEPAYA
Kandungan enzim pepaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Pepaya juga berkhasiat melancarkan pencernaan dan mengobati asam lambung berlebih. Untuk kecantikan, pepaya berguna sebagai penghalus kulit wajah.






http://puskesmasonline.blogspot.com/2013/10/buah-antioksidan-alami.html
TOMAT
Kandungan antioksidan lycopene pada tomat mampu meIawan radikal bebas; mencegah kanker; mengurangi risiko kerutan wajah serta bintik hitam; dan mengusir jerawat. Karoten pada tomat menjaga kesehatan mata. Bagi yang mengalami infertilitas, tomat dapat meningkatkan produksi sperma.

Tuesday, October 15, 2013

Cegah Stroke dengan Jeruk dan Anggur

http://puskesmasonline.blogspot.com/2013/10/cegah-stroke-dengan-jeruk-dan-anggur.htmlJeruk dan anggur tentunya bukan hal asing lagi. Kedua buah yang kaya vitamin C dan mengandung antioksidan ini mudah sekali ditemui di pasar tradisional hingga pasar modern. Rasanya yang asam manis cenderung banyak disukai anak kecil hingga dewasa. 

Nah, beruntunglah bagi Anda yang gemar menyantap jeruk dan anggur, terutama bagi kaum perempuan. Pasalnya, selain kaya vitamin C dan antioksidan, kedua buah ini ternyata dapat mengurangi risiko terkena penyakit stroke. Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Norwich Medical School, University of East Anglia, terhadap sekitar 70 ribu wanita menyelidiki tentang flavonoid, yakni senyawa antioksidan yang biasa terdapat pada buah-buahan, sayuran berwarna cokelat gelap, dan anggur merah. "Penelitian telah menunjukkan buah dan sayuran dengan kandungan vitamin C yang tinggi dapat mengurangi risiko stroke."

Responden diminta melaporkan asupan makanan mereka, termasuk perincian konsumsi buah dan sayuran setiap empat tahun. Tim peneliti menguji hubungan di antara enam subkelas utama flavonoid, yakni flovanones, anthocyanin, flavan-3-OLS, polimer flavonoid, flavonol, dan flavon. Keenamnya dengan risiko ischemic, hemorrhagic, dan total stroke. "Flavonoid diduga memberikan beberapa perlindungan lewat mekanisme organ tubuh, terutama meningkatkan fungsi pembuluh darah dan memberi efek antiinflamasi". 

Hasil penelitian menyatakan wanita yang mengkonsumsi flovanones yang terkandung dalam jeruk dengan jumlah yang tinggi memiliki risiko 19 persen lebih rendah terkena stroke. Flavanones berperan sebagai "pencair" pembekuan darah dalam tubuh. Konsumsi terbaik flovonones adalah 45 miligram per hari. Segelas jus jeruk mengandung 20-50 mg flovanones, bergantung pada pengolahan dan kondisi penyimpanan. Studi yang dilaporkan Medicol fournal Stroke menyatakan setidaknya 82 persen flavanones dihasilkan jeruk dan jus jeruk dan 14 persen dari anggur dan jus jeruk Bali. "Manfaat maksimal jeruk bisa diperoleh dengan makan lebih banyak buah secara keseluruhan dibanding jus kalengan. Sebab, kadar gula jus kalengan lebih tinggi dibanding buah segar". 

Meski penelitian dilakukan terhadap puluhan ribu wanita, para peneliti percaya manfaatnya juga dapat dirasakan oleh laki-laki. Studi yang dilakukan terhadap wanita Swedia yang gemar mengkonsumsi buah dan sayuran antioksidan tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena stroke, yakni sebanyak 50 persen. "Penelitian lebih banyak diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara konsumsi flovanones dan risiko stroke, serta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang mengapa ked uanya berkaitan". 

Hampir semua jenis buah dan sayuran baik bagi kesehatan. Studi ini menunjukkan sesuatu yang lebih spesifik, yakni jeruk dan anggur,terbukti dapat menurunkan risiko stroke . Tapi sebaiknya temuan ini tidak membatasi orang untuk makan berbagai jenis buah dan sayuran lain karena semua memiliki manfaat kesehatan dan tetap menjadi bagian penting dalam diet pokok.

Data statistik di Amerika Serikat menyatakan setidaknya setiap tahun terdapat 750 ribu kasus stroke baru. Artinya, setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke. Sedangkan di Inggris, dari sekitar 120 ribu orang terkena stroke setiap tahunnya, 20-30 persen meninggal dalam waktu satu bulan, sedangkan 300 ribu orang cacat akibat stroke. 

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Yayasan Stroke Indonesia, pada 2007 diperkirakan sekitar 500 ribu penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiga bisa pulih kembali, sepertiganya lagi mengalami gangguan fungsionaI ringan sampai berat. Selain itu, penyakit ini menjadi pembunuh nomor tiga di Indonesia. 

Ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Inge Permadi, MS, SpGK, mengatakan jumlah penderita stroke di Indonesia kini juga tak jauh beda dengan di Amerika Serikat. Stroke terbanyak justru menyerang pada usia produktif. "Semua orang dapat mengurangi risiko stroke asal dapat menjaga serta mengatur pola makan. Makanlah dengan pola diet seimbang yang rendah lemak jenuh dan garam serta berolahraga teratur," katanya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More