Tuesday, October 27, 2015

5 Teknik Kerokan

Dalam artikel sebelum telah dijelaskan Manfaat Kerokan Bagi Kesehatan. Nah, sekarang mari kita perhatikan teknik dari kerokan. Agar tidak menimbulkan efek sampingyang berbahaya, sebaiknya perhatikan teknik kerokan yang baik. Berikut ini tekniknya seperti dilansir dari situs akademi perawatan Pemerintah Provinsi lawa Tengah. 
  1. Alat yang digunakan bisa uang logam, tanduk, atau batu giok. Di beberapa tempat bahkan ada yang memakai botol.
  2. Menggunakan minyak kelapa, lotion, balsam, atau minyak urut sebagai alas sebelum dikeroki. Tapi sebaiknya gunakan minyak kelapa.
  3. Sebaiknya dilakukan di punggung dengan arah perlakuan miring. Karena di punggung terdapat banyak titik akupunktur, arah perlakuan miring ini sebenarnya mengikuti dermaton, yaitu arah saraf yang menuju kulit. Tempatnya di antara kanan-kiri tulang punggung hingga tulang ekor. Barulah kerokan miring ke kanan dan ke kiri hingga tulang ekor. Oh, betapa hebatnya orang zaman dulu.
  4. Perut bisa dikerok, asalkan tidak terlalu keras dan tidak lebih dari 15 kali tarikan.
  5. Bagian leher yang boleh dikerok hanya bagian belakang. Pasalnya, bagian depan terlalu berbahaya. Hal ini bisa berakibat fatal karena banyak nadi dan saraf yang bisa menyumbat aliran darah ke atas.
Itulah 5 teknik dalam melakukan kerokan. Semoga berguna bagi anda yang ingin kerokan :)

Manfaat Kerokan Bagi Kesehatan

Bagi sebagian orang, kerokan merupakan cara yang ampuh untuk meredakan berbagai penyakit ringan, seperti flu dan demam. Namun tak sedikit orang yang menghindari kerokan lantaran sakit dan meninggalkan bekas di tubuh berupa belang-belang merah. Bukan hanya itu, hingga saat ini keampuhan kerokan bagi kesehatan masih dipertanyakan. Apakah sesuai dengan medis atau tidak. 

Ahli kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, dokter Michael Triangto, SpKO, mengatakan, meskipun terkesan tradisional, manfaat kerokan masih bisa dibenarkan. Masih bisa dijelaskan dan ada penelitian medis tentang kerokan itu. 

Menurutnya, bekas-bekas merah pada kulit akibat goresan juga tidak berbahaya bagi kesehatan. Justru goresan itulah yang membantu meredakan penyakit, seperti flu atau demam. 

Saat digores dan digosok dengan menggunakan uang logam, kulit akan semakin tipis. Pembuluh darahnya tampak jadi nyata akibat penggoresan, tapi efeknya justru baik karena panas akan lebih mudah keluar dan demam akan turun.

Kerokan, dapat memberi dampak yang hampir sama dengan melakukan olahraga, yang membuat jantung bergerak lebih cepat untuk memompa darah ke seluruh tubuh, meskipun tubuh tidak bergerak. Hal itu terjadi karena, saat kerokan goresan di kulit secara tidak langsung akan memaksa aliran darah ke area yang dikerok. 

Bertambahnya aliran darah ke permukaan kulit inilah yang meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh. Maka bagi orang yang terserang demam ringan akan merasa lebih enak. Sebenarnya ini juga akan memancing sistem kekebalan tubuh bekerja lebih balk, efeknya sama dengan latihan, tapi dalam bentuk derajat yang lebih ringan. 

Dr Michael menambahkan, selain meredakan panas ringan, kerokan bermanfaat bagi mereka yang sedang masuk angin dan pegal-pegal. Kerokan bisa memberi rasa nyaman karena menimbulkan efek seperti hasil relaksasi pada otot selepas streeching

Hal itu terjadi karena efek tekanan dan pemijatan yang sesuai dengan arah serat otot pada saat menggerus kulit sesuai dengan arah serat otot. Otot yang meradang dan memendek bisa memanjang kembali sehingga akan lebih rileks dan pegal-pegal pun hitang.

Friday, October 23, 2015

Manfaat dan Bahaya Durian

Manfaat dan Bahaya Durian
Siapa yang tak kenal buah durian? buah dengan kulit berduri dan daging yang lembut, bagi sebagian orang merupakan buah dari surga. Rasanya yang manis, legit, dan sedikit pahit memberi sensasi tersendiri di mulut dan kerongkongan. 

Durian juga berbahaya bagi kesehatan. Misalnya, kandungan gulanya yang tinggi, pemicu tingginya panas tubuh, penyebab tingginya kadar kolesterol, kandungan gasnya yang tinggi, dan sederet penyakit yang ditimbulkan, seperti asam urat, diabetes, tekanan darah tinggi, dan diare, turut jadi mitos seputar durian. 

Namun tidak semua anggapan itu benar. Maka para pecinta durian bisa tersenyum lega. Durian sebenarnya mengandung nutrisi yang sangat baik bagi tubuh layaknya buah-buahan lain, diantaranya vitamin C, Vitamin A, serat, karbohidrat, gula, fosfor, kalium, dan asam lemak, Tetap ada zat gizi yang bermanfaat. Jadi orang tetap bisa mengambil manfaat yang komprehensif selagi ia masih belum punya risiko penyakit tertentu. 

Di balik segudang manfaat itu, buah tropis yang berasal dari kawasan Asia Tenggara ini memang tak lepas dari beberapa risiko. Misalnya, kandungan lemaknya memicu tingginya kadar kolesterol dan membuat perut kembung karena kandungan gasnya yang tinggi. Namun, semua itu bergantung pada sensitivitas tubuh tiap-tiap orang saat bereaksi terhadap zat tertertu. Segelintir orang memang sensitif kalau makan durian, tapi sebagian besar orang tidak. Jadi jangan disalahkan buahnya, tubuhnya yang tidak cocok. 

Durian cenderung berisiko bagi mereka yang telah memiliki masalah lambung dan pencernaan. Di satu sisi memang durian bisa mengganggu pencernaan, tapi bukan berarti durian bermasalah bagi setiap orang yang mengkonsumsinya. 

Durian memang bisa memicu nyeri lambung karena mengandung gas, dan juga bisa menyebabkan diare jika dikonsumsi berlebihan. Maka mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung sebaiknya mengurangi atau membatasi konsumsi durian. Tidak hanya untuk durian, tapi segala makanan yang mengandung gas berlebih, seperti kol, sawi, atau nangka.  

Selain itu, durian sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh mereka yang mengidap diabetes, asam urat, dan tekanan darah tinggi. Batas toleransi untuk jumlah konsumsi durian sebaiknya tak lebih dari 2-3 biji per hari. 

Itu cukup dan masih ada rasa nikmat di sana. Tapi, kalau sudah makan 10 biji, rasa nikmat itu sudah hilang dan malah tidak baik untuk keseimbangan gizi dalam tubuh. 

Hal lain yang harus diperhatikan saat mengkonsumsi durian adalah makanan pendampingnya. Pasalnya, salah mengkombinasikan durian dengan menu tertentu akan berbahaya bagi kesehatan. 

Bagi penderita sakit maag, jangan sekali-kali memadukan durian dengan ketan, kafein, dan soda. Ketan sulit dicerna di lambung, kafein merangsang asam lambung meningkat dan jantung berdebar serta tekanan darah naik.

Makanan Yang Mengandung Gas Tinggi

Makanan Yang Mengandung Gas Tinggi
Sendawa atau buang gas disebabkan oleh berlebihnya gas yang masuk saat mengkonsumsi makanan dan minuman ke dalam perut. Walhasil, saat gas dalam perut berlebih, akan dikeluarkan melalui sendawa atau kentut. Agar tak dibuat malu oleh sendawa dan kentut, ada baiknya Anda mengenal aneka makanan yang mengandung gas. Berikut di antaranya seperti dilansir Livescience

BUAH DAN SAYURAN BERSERAT TINGGI 


Kacang dan polong-polongan serta kebanyakan buah yang tinggi kadar seratnya dapat larut dengan mudah dalam air. Tapi serat larut ini tidak rusak hingga mencapai usus besar. Akibatnya, akan menyebabkan terbentuknya gas. Pastikan konsumsi jumlah serat yang masuk dapat dicerna tanpa menyebabkan kembung.
 

SAYUR DAN BUAH BERKADAR TEPUNG TINGGI 


Makanan berkadar tepung tinggi, seperti kentang, ubi, dan jagung, terkadang tidak bisa dicerna tubuh dengan baik. Sehingga menghasilkan karbondioksida, hidrogen yang dapat menyebabkan produksi metana, yang akan dikeluarkan dari rektum. Orang yang sering kembung punya jumlah dua bakteri yang tidak seimbang dalam usus besarnya. Salah satunya memproduksi hidrogen dan yang lain merusaknya.

 

BUNCIS DAN SAYURAN YANG MENGANDUNG RAFINOSA ATAU GULA KOMPLEKS 


Sebagian besar makanan yang mengandung karbohidrat dapat menyebabkan terbentuknya gas, khususnya yang mengandung gula kompleks. Gula ini bisa ditemukan dalam kacang-kacangan, lentil, kubis, brokoli, asparagus, kembang kol.
 

BUAH DAN MAKANAN YANG MENGANDUNG FRUKTOSA


Makanan yang mengandung gula fruktosa juga dapat menyebabkan kembung dan gas berlebih. Hampir sebagian besar buah masuk dalam kategori ini, seperti, kismis, buah ara, plum, anggur, nanas, apel, pisang, dan nangka. Fruktosa juga ada dalam buah-buahan kering, seperti peach dan aprikot yang dikeringkan, ceri kaleng, blueberry, serta kiwi. Bawang juga termasuk dalam kategori ini. 

 

BUAH YANG MENGANDUNG SORBITOL 


Buah seperti persik, pir, apel, dan plum mengandung gula yang memproduksi gas sorbitol. Sorbitol juga digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan diet yang bebas gula. Namun kandungan sorbitol bisa menyebabkan diare, kembung, dan nyeri akibat gas dalam perut. Yang paling parah adalah dapat menyebabkan dehidrasi.

Wednesday, October 21, 2015

Hati-hati Konsumsi Kafein

Hati-hati konsumsi kafein
Mendengar kata kafein, terbayang dalam benak seseorang akan kehangatan dan keharuman secangkir kopi pada pagi hari. Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman biasa, tapi juga pendongkrak mood dan penjaga stamina ketika harus bekerja lembur. Kandungan dalam kopi, yakni kafein, diyakini mampu menjaga stamina.

Namun bagi Anda yang mempunyai hobi mengkonsumsi kafein sebaiknya jangan sembarangan, batasi konsumsinya. Jika tidak, nyawa Anda bisa melayang tiba-tiba. Mengkonsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan kematian mendadak. Tapi stimulan datam kafein ini sering diremehkan banyak orang. 

Saat ini tanpa disadari banyak orang yang cenderung mengkonsumsi kafein diluar batas. Pemicunya adalah semakin banyaknya kafein yang ditambahkan pada makanan dan minuman, obat-obatan, serta perlengkapan mandi yang dijual bebas di pasar. Kafein dalam minuman pembangkit energi itu bisa membuat seseorang lebih tenang, seperti alkohol, sehingga mendorong orang minum lebih banyak. Ironisnya, tak sedikit orang yang tak menyadari telah mengkonsumsi kafein melebihi batas. Hal ini sangat berisiko, mengingat terlalu banyak mengkonsumsi kafein sama bahayanya dengan seseorang yang kecanduan alkohol dan rokok. 

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah kafein banyak juga ditemui pada makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk anak-anak serta remaja. Ada bukti bahwa anak-anak yang meminum kafein lebih mungkin menggunakan alkohol dan obat-obatan serta merokok saat dewasa. 

Lantas berapa batasan yang baik kafein yang boleh dikonsumsi? Menurut badan standar makanan di Amerika, tidak ada batasan harian yang pasti, mengingat setiap orang memiliki toleransi yang berbeda bergantung pada sejumlah faktor, seperti usia dan berat badan. Namun, sebuah studi dari lembaga kesehatan di Kanada menyebut, mengkonsumsi kafein hingga 400 miligram dalam sehari masih bisa ditoleransi. Sebab, tidak akan timbul dampak negatif, seperti kecemasan dan masalah jantung. Namun wanita hamil disarankan agar mengkonsumsi tidak lebih dari 200 miligram kafein sehari, karena dapat berdampak buruk terhadap janin dan kelahiran sang bayi. Sementara itu, anak-anak sebaik-nya tidak mengkonsumsi lebih dari 75 miligram kafein sehari. 

Berikut ini beberapa produk yang mengandung kafein :
• Kopi 
• Teh 
• Minuman bersoda 
• Minuman penambah energi 
• Minuman kemasan 
• Cookies 
• Permen karet
• Susu dengan tambahan rasa 
• Yoghurt 
• Obat flu 
• Pil penurun berat badan 
• Produk kosmetik 
• Sabun 
• Stocking pelangsing badan

Perhatikan Jumlah kafein dalam setiap produk dibawah ini :
• Satu cangkir kopi instan: 100 mg 
• Satu cangkir kopi saring: 140 mg 
• Satu cangkir teh: 75 mg 
• Satu kaleng cola: 40 mg 
• Satu kaleng minuman pembangkit energi: 80 mg 
• 150 gram/1 bar dark chocolate: sekitar 50 mg 
• 150 gram/1 bar coketat susu: sekitar 25 mg

Monday, October 5, 2015

Deteksi Penyakit dari Cara Berjalan

Cara berjalan ternyata mengungkap banyak misteri. Menurut pakar dari Universitas Northwestern Dr Laura Bermen, mengungkapkan bahwa kepuasan orgasme wanita saat bercinta dapat terlihat dari cara berjalan, kini cara berjalan juga dapat menunjukkan tingkat kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa penyakit yang bisa diketahui dari cara berjalan :
 

BERJALAN TERLALU TEGAK ATAU TERLAIU BERLENGGAK-LENGGOK 


• Indikasi penyakit: otot bagian bawah lemah, bisa menyebabkan masalah punggung dan kaki.

Cara berjalan yang terlalu tegak seperti seorang supermodel bisa menjadi pertanda nyeri di bagian punggung. Jadi, ketika hendak berjalan, bagian pantat akan bergerak dari sisi ke sisi pertanda otot tersebut rileks. Sebab, berjalan terlalu tegak bisa membuat punggung kaku dan sakit.


BERJALAN LAMBAT


• Indikasi penyakit: harapan hidup yang lebih pendek, diabetes, artritis, dan risiko demensia.

Salah satu tanda tubuh berfungsi dengan baik adalah kecepatan berjalan. Seseorang yang masih  muda, bugar, dan sehat rata-rata akan berjalan 1,2 - 1,4 meter per detik. Cara berjalan yang lamban juga menurunkan kinerja otak dalam hal ingatan, bahasa, dan kemampuan mengambil keputusan. Kalau Anda memiliki artritis yang relatif ringan sekalipun atau penyakit lainnya, kecepatan berjalan akan mulai berkurang.


LANGKAH PENDEK


• Indikasi penyakit: kemampuan terbatas untuk orgasme, penyakit sendi, dan kerusakan otot akibat hak sepatu yang tinggi.

Ayunan langkah yang pendek-pendek menunjukkan adanya sakit sendi pada pinggul yang membuat salah satu dari kedua tungkai tidak bisa berayun sejauh mungkin. Bagi wanita, ada baiknya mengurangi kebiasaan memakai sepatu bertumit tinggi. Betis dan paha belakang yang terlalu kaku bisa menjadi salah satu dampak penggunaan high heels.


LENGAN TIDAK BERAYUN


Indikasi penyakit: Masalah di punggung, leher, dan bahu.

Ketika berjalan, kita biasanya akan mengayunkan lengan di sisi yang berlawanan dengan kaki untuk memberikan sokongan dari bagian punggung bawah. Sebab, lengan dan punggung bagian bawah tersambung oleh otot lotissimus dorsi. Tapi adanya masalah di punggung atau di bahu dapat mengganggu proses di bagian otot tersebut. Jika satu bahu bisa berputar dengan bebas, sedangkan di sisi lainnya terlihat kaku, hal itu menunjukkan adanya masalah punggung atau leher akibat gaya hidup buruk yang menahun.


PINCANG


• Indikasi penyakit: Peradangan sendi, tas yang terlalu berat, plontor foselltis (radang di sendi kaki).

Kepincangan dengan panggul yang jatuh ke sisi tertentu menjadi tanda klasik adanya radang sendi di bagian pinggul. Banyak orang yang juga berjalan dengan kaki membentuk huruf O karena pinggul tidak bisa nyaman menopang berat tubuh. Tapi kepincangan juga bisa terjadi karena terlalu sering membawa tas yang sangat berat. ”Tas yang berat di bahu kanan akan membuat sisi tubuh miring dari waktu ke waktu dan menyebabkan kaki kiri lebih panjang.


MENYERET


• Indikasi penyakit: Parkinson.


SAAT NAIK TANGGA


Indikasi penyakit: Bunions (kelainan bentuk tulang), radang sendi pada lutut.

Salah satu tanda klasik adanya bunions (benjolan sakit di sisi jempol kaki) adalah rasa sakit yang muncul saat berjalan naik dan turun tangga tanpa alas kaki. "Sinyal rasa sakit mengindikasikan ada perubahan erosif yang berkembang pada sendi. Penyakit parkinson adalah gangguan neurologis yang progresif akibat berkurangnya zat kimia otak berupa dopamin. Hal ini menyebabkan hilangnya kernampuan mengontrol otot-otot dan gerakan Anda. Ciri klasik penyakit ini biasanya ditemukan pada orang yang punya gaya berjalan dengan menyeret kedua kakinya. Pasien juga cenderung membuat langkah yang sangat kecil saat hendak maju atau mundur sehingga sering jatuh.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More